NYEPI (esetetika hidup yang perlu keseimbangan)

NYEPI (esetetika hidup yang perlu keseimbangan)
bersama, I Putut Gede Wasono
Bali 22 Maret 2014.



Karangan bunga tak seindah yang aku kira, mawar indah pun patah bagian batangnya. Inilah gambaran congkak negeri kita, alam yang kaya tapi NON SWADAYA asing dan aseng silih berganti eksploitasi negeri yang membentang dan menjulang tinggi ini. Riuh penduduk diantara ribuan produk seakan ramai untuk dibicarakan. Yaaap SEPI.
Estetika hindu bali cukup untuk di beri apresiasasi. Nyepi dibali menghemat listrik 60 persen atau setara 4 milyar. Nyepi hari raya yang mereka rayakan seakan memiliki nilai tersendiri bagi saya orang jawa. Aku ambil makna dari judulnya, mengawali tulisan yang menurut teman sebangku ku cukup gila.
Aku disini melihat puluhan bahkan satuan produk negeri kalah dan kian terhempas oleh ratusan, ribuan, dan bahkan jutaan produk luar negari. Mobil mobil ramah lingkingan karya negeri sendiri dibiarkan mati (Mobil Listrik:Ricky elson) misalnya, sebagai orang yang pernah sukses di negeri terbitnya matahari itu seakan menjadi orang tak berguna di mata bangsaku setelah ia pulang untuk mengadu keuntungan di kampung halaman, apalah daya ia bersama mobil diatas tanahnya sendiri ia tak bisa berkembang, ia terkekang.
Banyak hantu dan setan-setan dari luar negeri yang lebih menakutkan dari halnya hantu dalam negeri, mereka mengerikan, mereka merusak sistem perekonomian dan juga lingkungan, mereka tancapkan tiang-tiang pencakar langit di tanah pertiwi, seakan menancap dalam di lubuk hati ini.
Salut. Aku benar benar salut. Aku anak SMK namun aku melihat kegagalan teknologi di negaraku sendiri, Habibie di buang dari negeri sendiri. SEPI negeri ini tanpa produk dalam negeri.
Bangga. Aku benar-benar bangga. Sebagai didikan anak Pecinta Alam. Aku gagal melihat tanjung harapan yang melingkar di teluk benoa yang hampir hilang. SEPI negeri ini dari teriakan pemuda pemudi. Teknologi modern ramah lingkunganpun tak dipandang ramah karena berseberangan dari arus mereka. Sebagai anak SMK dan Pecinta Alam, Aku gagal.
NYEPI Estetika Penuh keseimbangan, namun bertolak belakang dengan tanah kebanggan. Indonesia belum bisa menyeimbangi tatanan luar negeri. Murung.

‪#‎SaveIndonesianTech‬
‪#‎SaveBali‬
‪#‎BALITOLAKREKLAMASI‬!

Penulis : Dimas Setyo Aji

Bawana Angkatan XXI

Ketua Bawana 2013-2014

 

0 Response to "NYEPI (esetetika hidup yang perlu keseimbangan)"