Ruwat dan Kubur Kuda Lumping serta Gogoh Ikan di Karangrejo

DI SUNGAI BOGOWONTO

Turonggo Seto Ruwat Kuda Lumping


Yon Haryono | Sabtu, 22 November 2014 | 09:09 WIB |
 
Tradisi memandikan kuda lumping di Sungai Bogowonto. (Foto: Gunarwan)

PURWOREJO (KRjogja.com) – Tradisi ruwat kuda lumping dilakukan Grup Kesenian Kuda Lumping Turonggo Seto Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi menarik, karena dikemas menjadi paket wisata
desa, sehingga banyak warga lain yang berdatangan.

“Ini sudah menjadi tradisi sejak awal berdirinya kesenian ini pata tahun 1945,” kata pimpinan kesenian itu Notoriyono (40) di sela-sela memandikan kuda lumping di Sungai Bowonto desa setempat, Jumat (21/11/2014) sore.

Prosesi tradisi ruwat kuda lumping ini diawali dengan pertunjukan satubabak di halaman Kantor Desa. Kemudian bermain beriringan menuju sungai dengan tembang pocok-pocok yang menjadi lagu wajib dalam pertunjukan kuda lumping grup ini.“Di sungai pun kita masih main lagi satu babak, hingga para pemainnya kesurupan,” jelas Notoriyono.

Usai kesurupan kuda lumping beserta pemainnya dimandikan di sungai setelah sebelumnya diiringi doa dengan berbagai sesaji. “Intinya kita membersihkan diri dari rereged (kekotoran), sehingga semua menjadi bersih, dan yang utama kita memohon keselamatan kepada Tuhan,” jelasnya seraya menambahkan, tradisi ini selalu diselenggarakan setiap bulan Suro namun hari dan tanggalnya tidak tentu dan selalu berubah tergantung wisik. (Nar)


Warga Karangrejo Gelar Ritual Pemakaman Kuda Kepang


Ivan Aditya | Sabtu, 22 November 2014 | 21:51 WIB 
 
Notoriyono memanjatkan doa di pusara makam kuda kepang. (Foto: Gunarwan)

PURWOREJO (KRjogja.com) - Bagi warga Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, kuda kepang bukan sekedar kerajinan untuk permainan kesenian tradisional kuda lumping. Namun memiliki arti yang cukup tinggi secara spirutual, karena kesenian itu merupakan tinggalan para leluhur mereka.

“Kesenian ini sudah membumi di desa ini karena sudah ada sejak nenek moyang dulu,” kata sesepuh Grup Kuda Lumping Turonggo Seto Desa Karangrejo Notoriyono, Sabtu (22/11/2014).

Saat ini para pemain kuda lumping ini sudah merupakan turunan ketujuh. “Kuda Lumping juga bukan sekedar kesenian, namun memiliki nilai yang cukup sakral karena ada sejarah tersendiri dengan berdirinya desa ini,” jelas Notoriyono.

Karena kesakralannya itulah lanjut Notoriyono, kuda-kuda kepang yang sudah rusak tidak akan dibuang di sembarang tempat. Namun dikubur dengan baik untuk menghormati leluhur.

Pemakaman kuda kepang yang sudah rusak dilakukan dengan diiringi tarian kuda lumping dengan berbagai sesaji. Tempatnya khusus di bawah pohon beringin. “Tempat ini sejak dulu menjadi pemakaman kuda kepang,” jelas Notoriyono. (Nar)



Gogoh Ikan di Karangrejo Meriah


Agus Sigit | Sabtu, 22 November 2014 | 15:26 WIB |
 
Gogoh ikan warga Karangrejo meriah. (Foto: Gunarwan)
 
PURWOREJO (KRjogja.com) – Sebuah rekayasa keramaian berhasil diciptakan warga Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Disamping menggelar kenduri agung, untuk memeriahkan kegiatan itu juga diselenggarakan gogok (tangkap) ikan di sawah.

“Kita tebar satu kwintal ikan lele, dan diperebutkan dengan gogoh di sawah,” kata panitia kegiatan Padnani, Sabtu (22/11).

Kegiatan ini memanfaatkan satu petak sawah yang belum ditanami. Dialiri air dan ditebar ikan lele ukuran kunsumsi. Masyarakat dari berbagai umur bisa ikut gogoh ikan dan yang dapat boleh dibawa pulang.

“Ini ternyata menjadi daya tarik masyarakat dan yang menonton juga banyak,” katanya.

Untuk memeriahkan kegiatan ini, sebelumnya juga digelar jalan sehat bagi warga masyarakat berkeliling desa. “Dari jalan sehat juga kita sediakan hadiah sehingga masyarakat ikut tertarik,” katanya.

Di sela-sela pembagian hadiah, digelar gogoh ikan di lokasi tidak jauh dari panggung utama sehingga suasana menjadi kian ramai. (Nar)

0 Response to "Ruwat dan Kubur Kuda Lumping serta Gogoh Ikan di Karangrejo"