Walhi Sayangkan Izin Penebangan 12 Juta Meter Kubik Kayu Alam Riau

ilustrasi

Laporan wartawan Kompas Syahnan Rangkuti

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) wilayah Riau, Hariansyah, menyatakan berduka atas tindakan Departemen Kehutanan memberikan izin penebangan kayu alam sebanyak 12 juta meter kubik di Riau. Pemberian izin itu, menurut Walhi, jelas-jelas melukai rasa keadilan masyarakat karena ternyata kerusakan hutan di Riau mendapat restu dari pemerintahnya sendiri.

Menurut Hariansyah, terbongkarnya kasus pemberian 30 izin rencana kerja tahunan (RKT) dari Departemen Kehutanan kepada perusahaan kayu di Riau, terutama untuk kebutuhan pabrik kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper serta PT Indah Kiat Pulp and Paper, dapat disebutkan sebagai bencana di ujung tahun 2009. Apalagi, ternyata izin yang diberikan itu melebihi daya tampung perusahaan kayu di Riau.

"Pemerintah kita ini, terutama Departemen Kehutanan, ternyata terus saja mementingkan perusahaan kayu di Riau daripada menjaga kelestarian alamnya," kata Hariansyah yang dihubungi, Selasa (1/12).

Ia mengatakan, dari 30 izin RKT itu, setidaknya volume kayu tebangan mencapai 23 juta meter kubik. Padahal, kebutuhan kayu Riau hanya sekitar 18 juta meter kubik (untuk pabrik kertas dan kebutuhan lain). Artinya, sekarang ini terdapat kelebihan pasokan kayu alam sebanyak 5 juta meter kubik.

"Bayangkan kayu alam itu sudah tinggal sedikit, eh... Menhut dengan gampangnya memberikan izin penebangan secara besar-besaran lagi. Tunggullah pembalasan alam yang akan datang lebih dahsyat," tandas Hariansyah.

Menurut Hariansyah, Menteri Kehutanan yang baru, Zulkifli Hasan, dapat membenahi sektor hutan tanaman industri di Indonesia, terutama Riau. Sudah sepantasnya Menhut membuat evaluasi besar terhadap kebutuhan kayu negara ini.

"Menhut semestinya melakukan audit besar, berapa kebutuhan kayu secara nasional maupun per wilayah provinsi," ujarnya.

Menurutnya, yang diaudit pertama kali adalah berapa sebenarnya kemampuan daerah menyuplai kayunya. Dari situ baru dilakukan kajian untuk menentukan kapasitas pabrik kertas atau untuk keperluan lain.

"Sekarang ini terbalik, pemerintah sibuk mendengarkan permintaan pengusaha untuk memperbesar kapasitas pabrik, padahal, pasokan kayu tanaman tidak mencukupi. Kalau sudah kurang, tentu saja kayu alam akan menjadi korbannya," tegasnya.

Sumber : kompas.com

0 Response to "Walhi Sayangkan Izin Penebangan 12 Juta Meter Kubik Kayu Alam Riau"