“Kliwon” Dievakuasi Ke Bonbin Gembira Loka

Harimau Sumatera “Kliwon”, milik Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi, sudah tidak lagi menghuni komplek rumah dinas bupati. Selanjutkan akan menempati salah satu kandang di kebun binatang “Gembira Loka” Yogyakarta. Selasa (6/10), sekitar jam 13.00, dievakuasi oleh tim yang dipimpin Fitri, dari Gembira Loka.

Proses evakuasi cukup memakan waktu, karena hewan ini yang biasanya akrab dengan “sang pawang”, Efendi Markuat, sulit untuk didekati. Dia terus saja berjalan, di bagian tengah kandang. Ketika hewan ini minggir di tepi pagar, kesempatamn tesebut dimanfaatkan untuk memberi obat penenang. Pemberian obat penenag jenis Zoletil 4 mg , dengan cara ditembakkan (tulup) ketubuhnya. Tak lama kemudian mulai sempoyongan dan tiduran. Untuk mempercepat evakuasi, ditembakkan lagi 5 mg obat yang sama. Taklama kemudian, harimau kelihatan tak berdaya, kemudian dijariung dan dimasukan ke dalam kerangkeng besi.
Menurut Fitri, nantinya harimau ini akan langsung ditempatkan disalah satu kandang permanan, dengan perlakukan kusus. Perlakuan ini dilakukan agar, bisa cepat beradaptasi dengan kandang yang baru. Penempatannya tidak melalui karantina, menurutnya, karena merupakan jenis hewan yang sulit ditanggkap.

Kepergiannya ditangisi Kepergian “Kiliwon “ ke Gembira loka, membuat beberapa orang merasa kehilangan. Diantarnya, Efendi Markuat, anggota Satpol PP yang bertugas di komplek rumah dinas bupati. Bahkan ia sempat mencucurkan air mata, karena merasa kehilangan salah satu yang dianggap sudah menjadi bagian dari keluarganya. Ia sendiri baru diberi tahu dua hari sebelumnya, bahwa harimau tersebut akan dititipkan di Gembia Loka. Alasannya, karena kandang yang ada, tidak memenuhi syarat.
Hewan ini berada di lingkungan rumah dinas bupati sekitar pertengan tahun 2006 lalu. Ia sendiri mengaku tidak tahu asal muasalnya. Yang ia dengar pemberian dari teman Pak Kelik. Saat datang, diperkirakan umurnya sekitar 3-4 bulan. Ia sendiri pada awalnya kurang tertarik, namun lama-lama kepengin juga merawatnya.
Dari mulai memberi makan, hingga mempelajari kebiasaan hewan itu. Seminggu duakali diajak jalan-jalan. Tak jarang pula, ia gendang di punggungnya. Kegemaran ini merupakan keturunan sang kakek, yang juga gemar merawat harimau. Selama hampir tiga tahun, ia mengaku belum pernah digigit. Ia berharap agar hewan itu, nantinya bisa kembali lagi.
“Kuncinya agar hewan mau jinak dengan manusia, perlu sentuhan kasih sayang. Pelajari kapan hewan itu lapar, kapan kepengin bermain, dan saat marah. Jangan sekali-kali disakiti, apalagi saat marah. Tanda harimau marah bisa dilihat dari matanya, berwarna hitam” terangnya.
Hewan ini mulai tidak diajak berjala-jalan, sejak beberapa bulan terakhir. Sebab saat ini kekkuatannya sudah melebihi kekuatan manusia. Sehingga terlalu riskan untuk membawanyua keluar. Namun demikian, sampai hari terakhir, ia masih sering masuk ke kandangnya. Antara lain untuk memberi makan, membesihkan kandng dan lain-lain. Pemberian makan dengan daging ayam setengah matang. Tiap hari antara 3-4 kg.


sumber: purworejokab.go.id

4 Responses to "“Kliwon” Dievakuasi Ke Bonbin Gembira Loka"

Anonim mengatakan...

satwa langka di lindungi memang seharusnya tidak di koleksi pribadi...

Anonim mengatakan...

selamat bersenang2 kliwon di bonbin...

manthoex mengatakan...

ditinggal yang punya, kliwon bebas....

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.