Banteng Jawa di Leuweung Sancang Sudah Punah


Kepala Seksi Konservasi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Garut Teguh Setiawan menyatakan, populasi banteng liar (bos Javanicus) di Leuweung (hutan) Sancang Cibalong kini dipastikan mengalami kepunahan.

"Pada kawasan hutan seluas 2.157 hektar tersebut, semula sempat diketemukan 173 banteng liar berdasarkan hasil pendataan tahun 1984, kemudian pada 1992 hanya tinggal 64 ekor, terdiri 10 jantan, 45 betina, dan 9 ekor anak banteng," katanya di Garut, Sabtu (25/7).

Namun, dari kegiatan pendataan tahun 2007 hingga kini, tidak seekor pun populasi banteng liar yang berhasil diketemukan selain hanya bekas telapak kakinya. Diduga, banteng liar itu sudah mendekati punah.

Penyebabnya, hutan belantara yang sejak dulu merupakan habitat hewan langka itu mengalami kerusakan parah, baik akibat kebakaran, perambahan, pembalakan liar, maupun penyerobotan lahan untuk permukiman maupun kepentingan lain.

Pihak BKSDA Garut kini berencana mendatangkan 60 banteng liar dari Ujung Kulon, Banten, yang masih terjaga sampai sekarang. Untuk itu, sebelumnya akan dilakukan pengukuran tapal batas kawasan dan dilanjutkan dengan pemulihan kondisi hutan melalui reboisasi.

kompas.com

0 Response to "Banteng Jawa di Leuweung Sancang Sudah Punah"