Hutan Bekutuk dan Lumpur Kesongo Jadi Kawasan Konservasi


Hutan Bekutuk dan Lumpur Kesongo di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Randublatung Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah merupakan kawasan bernilai konservasi tinggi atau KBKT. Kawasan itu menyimpan aneka satwa, fauna, sumber-sumber air, dan penopang daerah aliran sungai.

Administratur KPH Randublatung Ahmad Ibrahim, Minggu (26/7), di Blora, mengatakan Perhutani mengkaji dan mengidentifikasi kawasan hutan KPH Randublatung sebagai KBKT bersama lembaga Tropical Forest Trust, masyarakat desa hutan, Dinas kehutanan, dan Bagian Lingkungan Hidup Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah Proforest Tollkit .

Proforest Tollkit berbentuk konsultasi m asyarakat desa hutan berdasarkan pola perencanaan konservasi secara partisipatif . Konsultasi itu dilakukan untuk mengidentifikasi masalah lingkungan hidup melalui sistim perencanaan konservasi situs- situs yang ada dalam kawasan hutan. "Perhutani melakukan identifikasi tersebut untuk menyusun strategi dan monitoring peng elolaan kawasan bernilai tinggi," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, kawasan hutan KPH Randublatung yang menjadi KBKT adalah Hutan Bekutuk dan Lumpur Kesongo. Hutan Bekutuk merupakan kawasan cagar alam jati. Sela in jati, hutan seluas 25,4 hektar itu merupakan tempat hidup Elang Bido (Spilornis cheela), Merak Hijau (Pavo muticus), dan Biawak (Varanus salvator).

Adapun sumber lumpur Kesongo merupakan kawasan hutan seluas 105,9 hektar. Hutan tersebut merupakan perpaduan hamparan rawa seluas 16 hektar, savana 79,9 h ektar, dan sumber lumpur 10 hektar .

Kawasan itu juga merupakan sarang 19 jenis burung migran. "Burung-burung itu antara lain Kuntul Putih (Bulbucus ibis), Bangau Tongtong (Leptotilos javanicus), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Bambangan Merah (Ixopbrychus cinnamomeus ) dan Cangak Merah (Ardea purpurea)," ujar Ibrahim.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora Suhadi meminta masyarakat Blora, khususnya ya ng tinggal di sekitar hutan, turut menjaga kelestarian kawasan konservasi itu. Kalau tidak dijaga, kawasan itu akan rusak.

Di kawasan hutan KPH Randublatung terdapat pula tujuh mata air yang menjadi sumber air masyarakat. "Untuk itu, masyarakat turut menghijaukan kawasan-kawasan gundul, cukup dengan satu orang satu pohon," kata dia.

kompas.com




0 Response to "Hutan Bekutuk dan Lumpur Kesongo Jadi Kawasan Konservasi"