Sedimentasi Rusak Terumbu Karang




JAKARTA - Penyebab terjadinya kerusakan terumbu karang di Indonesia salah satunya gara-gara sedimentasi di laut. "Selain sedimentasi juga faktor lain di antaranya penggunaan potasium, pukat harimau yang dilakukan para nelayan," kata Peneliti Lingkungan Prof. Asikin Jamali, Selasa (5/5).

Menurut guru besar Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) itu, untuk mencegah kerusakan tersebut yakni dengan melakukan transpalansi terumbu karang buatan. "Langkah itu telah dilakukan oleh warga pesisir maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan", katanya.


Ia mengatakan, kerusakan terumbu karang hampir terjadi di semua perairan di Indonesia.
Indonesia memiliki sekitar 450 jenis karang. Terutama Indonesia bagian timur, satu unit terumbu karang dapat mengandung lebih dari 140 jenis karang batu. Keanekaragaman kelompok-kelompok yang berasosiasi dengan terumbu pun juga cukup tinggi.

Menurut Reefbase (1997), sedikitnya terdapat 14.000 jenis terumbu karang di 243 lokasi yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia, dengan total luas diperkirakan lebih dari 85.700 km2 atau sekitar 14 % dari luas terumbu karang dunia.

Terumbu karang Indonesia yang sebagian besar tersebar di Indonesia Timur. Di bagian lain kondisinya sudah menurun drastic, karena praktek pengelolaan dan pemanfaatannya yang tidak ramah lingkungan.

"Saya lihat kerusakan yang sangat parah terjadi di wilayah perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Bangka Belitung," ucapnya.

Berdasarkan data kerusakan terumbu karang di Indonesia mencapai 30 persen dari luas sekitar 60.000 kilometer.

Sementara itu pada studi-studi sebelumnya sebagaimana diungkap Wilkinson, ahli terumbu karang dunia, berdasarkan metode line intercept transect, tahun 1992, menyatakan bahwa akan terjadi penurunan 40 % - 70 % terumbu karang dunia pada 10 hingga 40 tahun kedepan akibat aktivitas manusia.

Pada tahun 1994, Wilkinson menyatakan bahwa seluruh terumbu karang Indonesia berstatus kritis ( akan hilang dalam 10 - 20 tahun ) dan terancam ( akan hilang dalam 20 - 40 tahun ).

Masih menurut Wilkinson, sekitar 40 % terumbu karang Indonesia berstatus rusak berat ( tutupan kurang dari 25 % ), dan hanya 29 % yang kondisinya bagus hingga sangat bagus ( tutupan diatas 50 % ). Terdapat indikasi kesehatan terumbu karang Indonesia menurun 10 - 50 % selama 50 tahun terakhir./ant/itz

Sumber: Republika Online

0 Response to "Sedimentasi Rusak Terumbu Karang"