Koleksi Serba Langka Dari Arboretum

GARUT, Arboretum yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, di Kampung Legok Pulus Kecamatan Samarang Garut, memiliki koleksi sekurangnya 8.000 pohon.

"Koleksi pohon tersebut terdiri koleksi buah langka, buah komersial, rempah, kayu-kayuan endemik, kayu-kayuan non endemik, serta koleksi rempah dan obat," ungkap Kuswara, pengelola, saat ditemui di Lokasi, Minggu (10/5).


Koleksi buah langka diantaranya kesemek, pisitan, bencoy/kapundung, kupa, duwet, huni/wuni, sedangkan buah komersial antara lain alpukat, kemudian rempah seperti kayu manis (ghina amomum gurmani), kopi arabika, kopi torabika dan kopi robuska.

"Kayu-kayuan, terdapat kayu-kayuan endemik diantaranya manglid, puspa, saninten, selanjutnya kayu-kayuan non endemik jati, suren, kihiang serta damar (agathis saranti palia)," katanya.

Jenis tanaman rempah dan obat antara lain, kayu manis, kayu putih dan eucalyptus, yang keseluruhan koleksi tersebut menyebar pada areal seluas 6 ha pada perbukitan I, berketinggian 1.200 mdpl, terletak sejauh 17 km, arah barat dari pusat Kota Garut.

Dilengkapi sarana perkantoran terpadu, rumah kaca, laboratorium, gudang, mushola, mes berkapasitas tiga unit serta "guest house" diatas bukit, yang bisa memantau lekukan pegunungan cagar alam Kamojang.

Penyangga daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk dan hulu sungai Cikamiri tersebut, sarana perkantoran terpadunya sejak arboretum diresmikan pemakaiannya pada 28 April 2005 hingga kini, hanya ditangani pihak pengelola.

Sementara ruang khusus untuk Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Garut, Dinas Kehutanan setempat, Perum Perhutani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Jabar II, serta ruang khusus bagi Himpunan Akhli Teknik Hidrologi (HATHI) Cabang Garut, masih dikosongkan.

Areal dibelakang arboretum seluas 5 ha yang dikerjasamakan dengan Perum Perhutani untuk kegiatan camping ground, justru banyak ditumbuhi alang-alang, semak belukar dan tumbuhan liar lainnya.

"Padahal, arboretum kini tengah menggarap kegiatan di bukit II seluas 4 ha, seluas 2 ha diantaranya telah dilakukan terasering dan penanaman berbagai jenis koleksi sebanyak 3.000-an pohon, 2 ha lainnya akan segera dilakukan penggarapan," ungkap Kuswara.

Kegiatan penambangan pasir serta pencucian pasir di Kampung Cidadali, dinilai banyak kalangan sangat tidak menunjang kegiatan konservasi, yang dilakukan pihak arboretum, malahan penambangan dan pencucian pasir tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan serta endapan pasir dimana-mana.

BNJ
Sumber : Ant
Kompas.com



0 Response to "Koleksi Serba Langka Dari Arboretum"