Alih Fungsi Hutan Ancam Migrasi Raptor



















Induk betina elang hitam (Ictinaetus malayensis) memutari sarangnya untuk memastikan rasa aman sebelum memberi makan anaknya yang berada pada ketinggian 50 meter di kawasan hutan Taman Safari Indonesia, Jawa Barat, Rabu (11/4/07). Di Indonesia, burung berukuran panjang 70 cm dan rentang kepakan sayap hingga 1,5 m itu endemik di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Maluku.

Minggu, 15 Maret 2009 | 17:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Antony Lee

SEMARANG, KOMPAS.com - Alih fungsi maupun pembalakan kawasan hutan yang pesat di Pulau Jawa berpotensi mengancam keberlangsungan migrasi raptor atau burung pemangsa. Pulau Jawa menjadi lokasi istirahat dan mengumpulkan makanan selama proses perpindahan raptor dari belahan bumi bagian Utara, seperti China dan Jepang menuju wilayah hangat.

Demikian diutarakan Koordinator Semarang Bird Community yang juga pengajar di Fakultas Biologi Universitas Diponegoro Semarang Baskoro, di sela-sela Festival Raptor Migran di Wanawisata Penggaron, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/3). Festival tersebut melibatkan pengamat burung dan anak-anak dengan acara mendata migrasi balik raptor, serta lomba mewarnai.

"Dalam sekali migrasi ada ratusan ribu raptor yang masuk ke Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Pulau Jawa, selain menjadi tempat beristirahat juga lokasi mereka mencari makan. Bila hutan rusak, makanan berkurang, raptor ini bisa mati," katanya.

0 Response to "Alih Fungsi Hutan Ancam Migrasi Raptor"