PENELUSURAN GUA X (VERTICAL) – MATA IE ACEH BESAR


Tim Speleo Karst Aceh pada tanggal 1 Oktober 2001 yang lalu, mencoba menelusuri gua X (gua fosil vertical) yang terletak pada bentangan alam karst menara. Tim mencoba untuk meninjau keberadaan gua X terhadap keberadaan gua-gua lain yang ada disekitarnya dan pengaruh pengambilan batu gamping oleh penduduk terhadap gua X dan gua-gua lain pada kawasan karst Mata Ie. Berikut ini hasil penelusuran mereka seperti yang disampaikan Farid Wadjidi, salah seorang anggota tim Karst Aceh.

Jum’at, tanggal 1 Oktober 2001, tim speleo Karst Aceh terdiri dari Nurmaulidar Rahman, Abdillah Imron, T. Alfizar dan Farid Wadjidi berangkat dari kantornya di Jl. Hamzah Fansuri 4 – Sektor Utara, Darussalam, Nanggroe Aceh Darussalam menuju kawasan karst Aceh Mata Ie – Aceh Besar, dengan menggunakan sepeda motor. Berkat bantuan Pak Sudibyo (seorang pensiunan ABRI) dan Pak Hamid (salah seorang pemilik warung AMPS, warung tempat minum para mengunjung yang akan mandi di kolam pemandian) sesampainya di Mata Ie, tim dengan mudah dapat mengurus ijin kegiatan penelusuran gua di gua X. Pk. 17.00 wib tim bergerak menuju ke lokasi yang jaraknya sekitar 10 menit perjalanan dari pintu gerbang kolam pemandian. Selain melihat bentangan kawasan karst menara Ie dimana beberapa bagiannya telah cacat oleh kapak-kapak batu penduduk yang digunakan sebagai mata pencaharian sampingan mereka, tim juga melihat gua yang telah roboh terbelah. Menurut Pak Sudibyo hal ini disebabkan karena batu besar yang ada di atas gua tersebut terjatuh menimpa atap gua, yang tersisa sekarang hanya ornamen-ornamen yang telah mati dan mengering karena tidak terjadinya lagi proses pengapuran. Jam 18.00 wib, tim mendirikan kamp di sekitar gua yang roboh tadi, selanjutnya tim membahas masalah pengambilan batu gamping oleh penduduk, yang telah dijadikan mata pencaharian, terhadap kawasan karst mata Ie. Masalah ini menjadi sebuah dilema yang cukup pelik dan perlu penganganan serius.
Tanggal 2 Oktober 2001, pk. 06.00 wib tim memulai aktivitasnya, mereka ternyata kalah sigap dengan penduduk Mata Ie pemotong batu, yang telah lebih dulu mengayunkan kapak-kapaknya dan menimbulkan suara melengking ketika beradu dengan batu-batu. Bunyi suara “bak-buk” batu jatuh sudah tidak asing lagi bagi anggota tim, karena suara-suara tersebut sudah mereka dengar sejak tadi malam.
Perjalanan dimulai dengan jalanan yang menanjak dengan sudut kemiringan sekitar 45o ke atas menuju gua X, perjalanan ini memakan waktu sekitar 10 menit. Tim juga melihat dua buah gua fosil horizontal yang rusak, dalamnya kurang lebih 5 – 10 meter. Anggota tim yang akan memasuki gua X, dua orang setiap satu jam. Hasil dari penelusuran gua ini adalah satu buah peta gua X grade IA dengan keadaan gua diasumsikan mengalami banyak keruntuhan karena rekahan kulit bumi yang terjadi di dalam gua dan pecahan batu yang memasuki entrance pada waktu lampau. Selama di dalam gua tim banyak menemukan boulder (batu besar) dalam jumlah banyak dan besar dengan diameter rata-rata 30 cm, menumpuk dan menyebar pada beberapa tempat, keadaan boulder bersegi kasar. Tim menuruni gua X sedalam 10 meter dengan tali dan 5 meter dengan sudut sekitar 30o, jalur kemudian naik turun sedalam 20 meter. Pada gua ini terdapat dua simpangan yang berdekatan, simpangan yang satu berbentuk rekahan memanjang, terjadi karena pergeseran kulit bumi. Tim memasuki rekahan ini dengan chimney, panjang rekahan vertical dari atas ke bawah rata-rata 3 meter, kedua sisi celah vertical-nya dipenuhi ornamen-ornamen, seperti gording, stalagmit dan stalagtit yang memanjang sejajar kearah depan. Terjadinya ornamen diasumsikan karena rembesan air mineral dimana penyebaran jatuh airnya rata-rata agak cepat, sejajar kearah depan hanya pada sisi celah saja. Celah ini diasumsikan menyambung pada gua fosil horizontal, karena selama didalam gua tim merasakan adanya angin yang keluar dari lorong ini. Rekahan lorongnya juga mempunyai kemiripan dengan lorong gua horizontal yang ada di bawahnya. Lorong yang satunya lagi berbentuk sama seperti lorong utama, menuju keatas sedalam kira-kira 15 meter dan mentok. Lorong ini terjadi karena pengaruh aliran air yang banyak dan kuat secara terus menerus yang mendesak rekahan lorong tersebut pada masa lampau. Lorong utama gua X berdiameter sekitar 6 meter, ornamen yang mendominasi gua X adalah stalagtit dan stalagmit berkepala bulat runcing, gording, draiperi, telor goreng dan boulder yang telah terlapisi oleh kapur. Pada beberapa tempat di dalam gua X terdapat populasi cicak, terbukti dengan ditemukannya puluhan telor cicak pada atap atau dinding gua, beberapa diantaranya masih utuh tetapi membatu karena proses pengapuran. Suhu gua sama dengan suhu kamar pada pk. 11.00 wib sampai dengan pk. 13.00 wib. Pada satu tempat, tim menemukan tulang dan tengkorak kepala binatang pengerat, tempat ini miskin dengan oksigen. Tim mengasumsikan binatang ini bukan binatang endemik gua X, melainkan binatang yang tersesat atau terjatuh kedalam gua dan mati karena tidak dapat beradaptasi. Pada dinding yang berwarna putih di lorong utama gua, tim melihat beberapa bintik hitam menyebar membentuk suatu motif. Gua X memiliki dua buah aven berdiameter + 40 cm dan sebuah entrance berdiameter + 60 cm yang saling berdekatan. Tim juga menemukan jenis jamur endemik kawasan karst Mata Ie didekat pintu gua dan sekitarnya. Setelah pengambilan data dirasa cukup, tim memutuskan untuk menghentikan penelusuran dan kembali ke dunia luar. Sekitar pk. 15.00 wib, setelah makan siang dan berpamitan pada Pak Sudibyo dan Pak Hamid yang telah membantu kelancaran kegiatan penelusuran gua X, tim kemudian kembali ke kantornya di Darussalam, NAD.

(Farid Wadjiji/Karst Aceh – Info Karst dan Gua)



2 Responses to "PENELUSURAN GUA X (VERTICAL) – MATA IE ACEH BESAR"

stop dreaming start action mengatakan...

seruu ya

Anonim mengatakan...

Foto gua vertical di aceh besar tersebut sangat bagus. Kami (Instansi Pemerintah) saat ini sedang membuat album karst seluruh Indonesia. Apabila tidak berkeberatan foto tersebut akan kami tampilkan berikut nama juru fotonya.
Kami butuh konfirmasi paling lambat tanggal 30 Juli 2010. Terima kasih.