Makna Kupatan di Hari Fitri


Tak dapat dipungkiri,negeri tempat kita tinggal ini memang kaya raya. Baik dari hasil alam maupun budayanya. Keanekaragaman budaya,adat istiadat dan tradisi tidak akan dijumpai dibelahan dunia manapun dan merupakan tradisi asli dari para leluhur atau nenek moyang yang senantiasa terjaga dan dilestarikan.

Dalam tradisi tertentu,pengaruh agama terkadang ikut ambil bagian dalam menambah ragam budaya atau kebiasaan masyarakat tertentu. Sayangnya,tradisi itu terkadang kita tidak mengetahui asal muasal dan kapan mulai berlangsungnya d an apa pula maknanya..


Kalau diperhatikan hampir setiap hari besar keagamaan di negeri ini mempunyai tradisi atau cara sendiri dalam menyambutnya. Baik upacara khusus dan tata caranya maupun sampai pada makanan. Salah satu contoh sangat jelas terlihat di Indonesia ini adalah menyambut hari Raya Idul Fitri.

Pada umumnya,dalam menyambut Idul Fitri,atau sering kita sebut dengan istilah Lebaran,memiliki tradisi yang secara turun-temurun atau mengakar dari setiap perayaan yang dilakukan dalam rangka menyambut hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa.

Konon kabarnya istilah Lebaran ini dipopulerkan masyarakat betawi. Sedang masyarakat jawa ada yang menyebutnya Syawalan, bakda( bodo),atau riyoyo. Kalau syawalan diambil dari kata dasar syawal,nama bulan berdasarkan kalender Qomariyah (bulan). Sedangkan istilah bakda (bodo) dipakai karena memiliki arti " selesai ".

TRADISI KUPATAN


Di Indonesia perayaan hari raya Idul Fitri tidaklah lengkap tanpa adanya ketupat. Hampir semua daerah Indonesia menyajikan ketupat menjadi menu utama meskipun cara menyajikannya tiap daerah berbeda-beda.


Ketupat pada umumnya terbuat dari beras dan dibungkus dengan daun kelapa yang mempunyai bentuk empat sisi. Meskipun banyak juga ketupat yang terbuat dari bahan lain dan mempunyai bentuk yang macam-macam. Terkadang mempunyai nama atau sebutan yang berbeda juga. Entah kapan pastinya ketupat di jadikan menu khas di Idul Fitri tidak ada yang tahu kapan persisnya tradisi ini dimulai.

Dilihat dari sudut lain ketupat dipilih sebagai simbol hari yang suci bagi umat islam ini,karena ketupat mempunyai sisi sebanyak empat. Kalau ditengok dari ajaran islam,rukun islam yang keempat adalah puasa. Setiap umat muslim diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan.

Daun yang dipergunakan sebagai pembungkus adalah daun kelapa. Masyarakat umum juga sudah banyak mengetahui bahwa pohon kelapa merupakan pohon yang bermanfaat atau berguna dari akar sampai daun.

Jadi,dapat dikatakan bahwa ketupat mempunyai pesan atau makna " semoga dalam menjalankan ibadah puasa dari awal sampai akhir berguna dan kembali menjadi putih serta suci seperti isinya ".

Orang jawa memaknai kata ' kupat ' sebagai sebuah kiasan,dengan mengambil suku kata. Ku merupakan kependekan dari Kulo artinya saya. Sedangkan pat kependekan dari kata lepat yang berarti kesalahan. Jadi maknanya secara tersirat dimaknai sebagai terlepas atau terbebasnya orang dari kesalahan. Sehingga melalui ritual makan ketupat di hari bakdo kupat.masyarakat jawa secara sadar saling memaafkan,saling membebaskan kesalahan dan melebur dosa dengan simbolisasi kupat.

Namun yang terpenting adalah bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan. Kemenangan kita dalam mengendalikan hawa nafsu. Ketupat hanyalah sebuah simbol,tak ada artinya jika tanpa disertai iringan takwa kepada-Nya.

oleh: Budiqof@yahoo.co.id
Purworejo,21 September 2008

0 Response to "Makna Kupatan di Hari Fitri"