Wong edan,ada dan tiadanya sama saja.

Pernahkah nggak sih kamu memimpikan hidup bebas? Mungkin kamu pernah terlintas dalam pikiran,betapa indahnya hidup tanpa ada aturan.
Saat kamu melintas jalan raya,kamu bermimpi bisa melintas secara bebas,tanpa hambatan,tanpa ada kemacetan,tanpa rambu-rambu lalu lintas,ataupun pengawasan pak polisi. Terkadang rasanya begitu menjengkelkan harus mematuhi aneka ragam peraturan lalu lintas. Harus berhenti saat lamqu merah menyala. Harus mengenakan helm standar atau sabuk pengaman saat menyetir mobil.

Manusia memang mendambakan suatu kebebasan. Tapi benarkah kehidupan yang benar-benar bebas tanpa kontrol yang kita harapkan? .

Memang,manusia suka kebebasan,tapi hampir di seluruh penjuru dunia ini,semua manusia selalu membuat peraturan. Dan karenanya,terciptalah aneka ragam larangan yang membatasi gerak mereka. Lihat saja betapa bersemangatnya orang-orang kompleks membuat polisi tidur di sepanjang jalan di depan rumah. Mereka ingin agar kendaraan yang lewat jalan itu tidak ngebut,karena banyak anak kecil. Itu salah satu contoh bahwa manusia ingin bebas tetapi juga butuh peraturan.

Manusia menciptakan sebuah negara,memberikan mandat agar negara membuat peraturan untuk membatasi mereka,mengeluarkan biaya untuk membayar orang-orang yang menjaga agar peraturan itu benar-benar ditaati. Mengapa mereka melakukan semua itu? Karena itulah jalan yang terbaik bagi kehidupan mereka.

Bayangkan,jika tak ada aturan,maka hukum rimbahlah yang terjadi. Manusia akan terus dicekam rasa takut bahwa sewaktu-waktu ada orang yang merampas apa yang dia miliki dengan dalih kebebasan dll.Lalu,siapa orang yang bebas itu? Orang yang bebas hanyalah milik mereka orang yang disebut " wujuduhu ka 'adamihi ( ada dan tidak adanya sama saja)" yaitu,orang yang begitu bebas memaki-maki siapa saja dengan bahasa apa saja. Ada kalanya ngoceh tak karuan. Kadang-kadang menari-nari seenak perutnya,sambil telanjang bulat. Tak peduli, ada orang lewat dan mentertawakannya. Orang seperti itulah
terbebaskan dri hukum syariat.

0 Response to "Wong edan,ada dan tiadanya sama saja."