Apakah hiv/aids itu?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan dari beberapa gejala penyakit sebagai akibat dari menurunnya kekebalan tubuh yang berat. Penurunan kekebalan tubuh tersebut karena sistem kekebalan tubuh dirusaki atau dihancurkan oleh virus yang dinamai Human Immunodeficiensi Virus (HIV). Akibat dari rendahnya kekebalan tubuh tersebut, pengidap HIV mudah terkena berbagai macam infeksi bakteri, jamur, parasit dan virus tertentu yang bersifat oportunistik.
.
Selain itu pengidap HIV/AIDS juga sering sekali menderita penyakit keganasan, khususnya sarkoma kaposi dan limfoma yang menyerang otak saja. Mengapa seseorang tersebut terkena penyakit langka tersebut ?, karena virus tersebut hanya merusak sistem kekebalan tubuh selulernya, yang diberi nama atau kode CD4. Seperti diketahui sistem pertahanan tubuh itu banyak jenisnya, ada pertahanan cairan (humoral), pertahanan sel/selular, pertahanan biokimia serta pertahanan fisik dan mekanik. HIV ini utamanya hanya merusak sel pertahanan tubuh seluler yang bernama CD4 tersebut. CD4 yang menjadi sasaran utama virus (HIV) ini sebagian besar berada pada lapisan mukosa usus (lapisan usus yang paling luar) dari bagian akhir saluran pencernaan manusia (rectum), yang biasa digunakan pada penyimpang seksual pada kaum homoseksual (liwath). Selain di bagian tersebut CD4 juga terdapat pada lapisan paling luar dari saluran kemih laki-laki di bagian paling bawah (uretra) dan pada liang leher rahim (kandungan) wanita. Sehingga tidak mengherankan kalau cara penularan lewat hubungan seksual baik secara anal (sodomi),vaginal dan oral/mulut menempati urutan penularan paling banyak, yaitu 80-90% dari total kasus sedunia.
Cara penularan yang lain bisa melalui kontak langsung dengan darah/produk darah/jarum suntik. Yang menempati urutan ke dua adalah penggunaan jarum suntik secara bersama yang biasa dilakukan oleh para pencandu narkotika suntik, sebesar 5-10% dari total kasus di sedunia. Dari transfusi 3-5% dari total kasus sedunia, kecelakaan petugas medis tertusuk jarum 0,1%. Penularan ibu pengidap HIV kepada bayinya sebesar <>
Jumlah virus juga memegang peranan penting dalam penularan, makin besar jumlahnya makin mudah menularkan. Jumlah virus yang banyak berada dalam darah, sperma, cairan vagina dan leher rahim serta cairan otak. Pada ludah, air mata, air kencing, keringat dan air susu (ASI) sangat sedikit. Waktu dari terjadinya infeksi pertama/saat virus mula-mula masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala sakit (AIDS) yang pertama, sangat sulit diketahui. Pada penyelidikan dibutuhkan waktu 5-10 tahun, bisa lebih cepat atau lebih lama dari waktu ini yaitu lebih kurang 6 bulan sampai 10 tahun. Walaupun gejala sakit AIDS belum muncul, tetapi pengidap sudah dapat menjadi sumber penularan. Seseorang dicurigai menderita AIDS apabila pada orang tersebut dijumpai 2 gejala mayor dan 2 gejala minor, tanpa ada sebab-sebab penekanan pada sistem kekebalan tubuh seperti keganasan/kanker, malnutrisi berat, atau pemakaian obat-obat jenis kortikosteroid jangka panjang.
Gejala Mayor adalah :
1. Penurunan berat badan lebih dari 10% pada orang dewasa, pada anak-anak penurunan berat badan atau pertumbuhan yang lambat dan tidak normal (abnormal).
2. Diare kronik/lama lebih dari 1 bulan.
3. Demam lebih dari 1 bulan terus menerus atau kumat-kumatan.
Gejala Minor adalah :
1. Adanya banyak kelenjar limphe yang membesar (menyeluruh)/mlanjer/ limfadenopati geralisata.
2. Batuk menetap tidak sembuh-sembuh lebih dari 1 bulan.
3. Sakit jamur pada daerah oro-faring/tenggorokan.
4. Gatal-gatal pada kulit yang luas pada orang dewasa. Sakit kulit menyeluruh pada anak-anak. 5.
Infeksi umum berulang / ibunya pengidap HIV pada anak-anak.
6. Menderita dompo/Herpes zoster berulang atau Herpes simplek menyeluruh yang kronis progresif pada orang dewasa.
Kriteria tersebut di atas khusus untuk negara-negara Afrika di mana penderita AIDS-nya banyak, belum tentu sesuai untuk Indonesia. Untuk negara-negara maju seperti Amerika, Kanada atau Australia dll. mereka mempunyai pedoman sendiri-sendiri yang disesuaikan dengan situasi negara tersebut.
Untuk Indonesia ditetapkan bahwa setiap kasus yang dicurigai harus dilaporkan ke Departemen Kesehatan dengan formulir khusus. HIV merupakan satu-satunya virus yang diteliti secara luas oleh peneliti bidang kedokteran. Hal ini dikarenakan penyakit baru ini mengakibatkan kematian yang cukup tinggi, dan jumlah penderita yang meningkat dalam waktu singkat. Walaupun demikian sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif atau vaksinnya sebagai pencegahannya. Oleh sebab itu sangat khusus untuk HIV/AIDS pengetahuan dan pendidikan untuk mencegah supaya seseorang terhindar dari penyakit ini, dengan tujuan utama agar orang tidak prilaku yang berisiko terkena HIV/AIDS. Contohnya seperti : jangan melakukan seks bebas, apalagi sodomi/liwath karena hubungan seks jenis ini mudah melukai mukosa (selaput lendir, lapisan luar) usus bagian bawah (rektal), sehingga dapat meningkatkan risiko terkena HIV. Jangan suka menyalah gunakan obat-obat narkotika terutama yang suntik. Insya Allah bermanfaat.
dr. Tompi Sudhi Sulaiman.
sumber: swaraquran.com

0 Response to "Apakah hiv/aids itu?"